"Ya Allah, jangan matikan aku sebelum akuselesai menghafal Al-Qu’ran...".Dengan tekad yang luar biasa inilah gadis kecil
tersebut berjuang melawan sakit di kepala yang
tidak kunjung henti, terkadang dia harus
menjeduk-jedukkan kepalanya di tempat tidur
untuk mengimbangi rasa sakit yang sangat di
dalam kepalanya.
Beratnya komitmen untuk menghafal Al-Qur’an
yang dialami oleh gadis kecil ini juga jauh diatas
beban manusia pada umumnya, betapa
frustasinya dia ketika hafalan ayat-ayat Al-
Qur’an seolah timbul tenggelam di kepalanya
silih berganti dengan rasa sakit yang bisa tiba-
tiba muncul kapan saja. Tetapi dia terus belajar
dan terus menghafal nyaris tanpa henti, dia
hanya berhenti menghafal ketika sakit kepalanya
sudah tidak tahan lagi.
Allah dan para malaikat rupanya menyaksikan
betapa kuat niat gadis kecil ini untuk menghafal
Al-Qur’an. Pada bulan Mei 2010 oleh ustadzah-
nya dia dibimbing untuk menyelesaikan ujian
tahfiz setengah Al-Qur’an (15 Juz) dengan
seorang syeikh Qura di Damascus.
Gadis kecil ini-pun lulus dan memperoleh
syahadah (ijazah) sanad bacaan Al-Qur’an yang
sampai kepada Ali bin Abi Talib Radhiallahu
'Anhu, dan tentu saja sampai kepada Rasulullah
Shallallahu 'Alayhi Wasallam.
Tidak berhenti di sini, gadis kecil tersebut
mencanangkan niatnya untuk menyelesaikan
hafalan Al-Qur’an penuh 30 juz pada Ramdhan
1432 H. Maka target ini hanya meleset kurang
lebih 3 pekan ketika pada tanggal 19 Syawwal
1432 H /19 September 2011 kemarin gadis kecil
ini menyelesaikan hafalannya yang 30 juz,
diiringi sujud syukur orang tuanya. Allahu
Akbar…
Atas permintaan kedua orang tuanya yang
tawadhu’, saya tidak bisa ungkapkan nama
gadis kecil ini. Tetapi bagi para gadis kecil –
gadis kecil lainnya yang belajar Al-Qur’an di
Madrasah Al-Qur’an Daarul Muttaqiin Lil-Inaats
(Pesantren Putri) – Jonggol, gadis kecil
penghafal Al-qur’an ini kini menjadi salah satu
guru atau mudarrisah ( ustadzhah) mereka.
Bahkan bukan hanya bagi anak-anak putri yang
belajar Al-qur’an di madrasah tersebut dia
menjadi guru, gadis kecil penghafal Al-qur’an ini
juga layak untuk menjadi guru bagi kita semua
para orang tua.
Guru dalam hal menyikapi musibah, guru dalam
hal menghadirkan Allah dalam mengatasi
persoalan kita, guru dalam mengisi hidup
dengan Al-Quran, guru dalam merealisasikan
niat, guru dalam menjaga komitment, guru
dalam syukur dan syabar.
Bila gadis kecil dengan beban sakit kepala yang
luar biasa ini bisa menyelesaikan hafalan Al-
Qur’an-nya 30 Juz dalam kurun waktu kurang
dari 3 tahun, berapa banyak yang sudah kita
hafal ?, berapa banyak yang kita niatkan untuk
menghafalnya di sisa usia kita ?, seberapa kuat
niat kita untuk mengamalkannya? Kita tahu
persis jawabannya untuk diri kita masing-
masing.
Maka memang tidak berlebihan kalau saya
menyebut gadis kecil itu kini sebagai Sang
Guru…!. Semoga Allah dan para malaikatNya
terus mendampingimu hingga dewasa dan
menjadi guru dan sumber inspirasi untuk
memperbaiki anak-anak (dan para orang tua)
dunia.